Beberapa Penyebab Tv Tabung Mulai Ditinggalkan

 

Meski perkembangan internet beberapa tahun belakangan ini sangat pesat dan mulai merata akan tetapi televisi sampai sekarang masih menjadi salah satu media yang digemari banyak orang. Hal ini mungkin karena antara televisi dan media internet seperti youtube dan yang sejenisnya memiliki segmenya masing masing. Sehingga tidak mengherankan jika saat ini aneka sinetron di tv yang menurut kita kurang bagus masih memiliki sangat banyak penggemar fanatik.

Televisi sendiri bukannya tanpa perkembangan. Perkembangan ini bisa kita lihat dari segi model fisik tv, metode penerimaan siaran maupun yang lainnya. Salah satu perkembangan yang cukup kentara dalam dunia pertelevisian tentu saja dalam hal bentuk atau model dari televisi itu sendiri.

Jika beberapa dekade yang lalu televisi yang umum ada dan dipakai adalah tv tabung, kini semua itu sudah berubah. Di banyak rumah tv tv tabung ini sudah digantikan dengan jenis tv lainnya seperti LED tv ataupun LCD tv. Pengguna tv tabung kini sudah semakin jarang saja ditemui.

Tentunya hal ini bukan tanpa alasan. Tv tabung yang umumnya menggunakan CRT (cathode ray tube) saat ini sudah dianggap cukup ketinggalan. Salah satu bentuk ketertinggalan ini adalah kualitas gambarnya yang bisa dibilang begitu begitu saja, tanpa ada perkembangan yang berarti sejak bertahun tahun lamanya. Di sisi lain tv jenis lain seperti LED terus berkembang baik secara teknologi maupun yang lainnya. Jika di tv tabung kurang memungkinkan bagi kita untuk melihat siaran berkualitas HD, di tv jenis LED hal itu mudah dilakukan, kita bisa menyaksikan siaran HD beresolusi tinggi di TV LED, OLED.

Kelemahan lain dari tv tabung ini adalah soal ukurannya. Ukuran tv tabung yang umumnya tebal tentunya memakan banyak ruang dan kurang cocok untuk orang dengan kamar berukuran kecil seperti anak kos misalnya. Tebalnya tv tabung ini juga membatasi produksi tv tabung hanya sampai ukuran sekian inch saja karena semakin besar inch tv tabung tentu semakin tebal dan memakan banyak space ruangan.

Selain memakan banyak ruang televisi jenis tabung ini umumnya juga boros listrik. Sebagai gambaran saja tv tabung biasanya membutuhkan daya antara 75 hingga 100 watt sementara tv jenis lain seperti tv LED dengan ukuran yang sama bisa saja hanya butuh daya kurang dari setengahnya watt untuk beroperasi. Cukup besarnya konsumsi daya listrik tv tabung ini salah satunya karena pada pengoperasiannya tv tabung biasanya juga menimbulkan panas. Jadi meskipun umumnya saat ini harga tv tabung lebih murah sebagai contoh harga tv tabung 32 inch mungkin saja harganya hanya di angka ratusan ribu sementara tv lain bisa jutaan akan tetapi setelah digunakan tagihan listrik pengguna tv tabung bisa lebih besar.

Satu atau dua tahun lagi kemungkinan tv tabung akan semakin tidak populer. Hal ini karena kebanyakan tv tabung yang ada terutama keluaran lama masih menggunakan siaran analog. Sementara pemerintah mulai tahun ini berencana mematikan siaran analog dan beralih sepenuhnya ke tv digital. Meski pengguna tv tabung analog masih bisa menerima siaran digital dengan menambahkan set top box akan tetapi hal ini tentu menambah budget dan keribetan. Sehingga orang yang akan membeli tv baru umumnya akan memilih tv yang bisa langsung menerima siaran digital. Dan umumnya jenis tv tersebut bukan tv tabung.

Tags:,